Berita Lain

Indeks Berita





Jumat, 29/10/2004 22:28 WIB
Produser Lama Joy Merasa Dijegal BMG
Puteri Fatia - detikhot

Jakarta Yockie M Hutagalung, produser lama Joy di Octopus record merasa dicurangi BMG. Perusahan rekaman yang menggarap kontestan Indonesian Idol itu dianggap mengahalang-halangi beredarnya album lama Joy, "The Song of Joy" di pasaran.

"Saya ingin persaingan yang fair. Ini namanya pembunuhan bisnis. Tindakan BMG menghubungi perusahaan distribusi dan meminta mereka untuk tidak mengedarkan album Joy milik saya sangat-sangat tidak fair. Saya merasa dicurangi," ujar Yockie M Hutagalung, pimpinan Octopus Record dalam jumpa pers di Barbados Cafe, Kemang, Jumat (29/10/2004).

Kronologis awal masalah ini kemudian diceritakan Yockie. Sekitar tahun 1997 Yockie membeli kaset Joy, ia lalu merasa Joy punya potensi dan suara yang bagus. Kemudian ia pun mencari tahu tentang Joy. Yokcie pun mengetahui kalau PT Bayu Tanda Bragiri (BTB) memiliki master rekaman Joy yang belum rampung. Master itu kemudian dibeli Octopus sekitar tahun 1999.

Sampai akhirnya album tersebut dirilis 7 September lalu, menurut Yockie tak semata-mata karena ingin mendompleng ketenaran Joy pasca Indonesian Idol. "Jelas ini momen yang tepat. Tapi tetap kami yang lebih dulu melihat potensi dan kemampuan Joy. Kita kan sudah jauh sebelumnya," imbuh Yockie.

Alasan kaset tersebut baru beredar kini adalah karena Yockie kerap bepergian keluar kota. Baru Maret 2004 lalu ia kembali. Sebenarnya album "Joy to the World" dikerjakan mulai 1998 bersama BTB, tahun 1999, Oktopus membelinya, lalu sekitar awal 2000 album itu selesai diproduksi. Namun karena mendahulukan rilis album Koes Plus, Oktopus menunda album Joy. Baru Maret 2004 sepulang Yockie dari luar kota ia berkosentrasi menggarap album Joy yang dikemas dengan cover berwarna Oranye dan memampang foto lama Joy.

Bersama Oktopus, Joy sebelumnya telah merilis sebuah album Tapanuli berjudul "Didia". Album tersebut diakui Yockie masih terus diproduksi dan hingga kini telah terjual sebanyak 80 ribu kopi.

Setelah melihat Joy di Indonesian Idol, Yockie kemudian meminta izin kepada ayah Joy untuk merilis album Joy. Ayah Joy mengizinkan karena sebelumnya ia juga pernah bertanya pada BMG perihal album lama Joy, dan BMG mengatakan tak keberatan album-album lama Joy beredar kembali.

Octopus kemudian pergi ke BMG, mereka menawarkan master tersebut dibeli BMG saja agar tak ada persaingan antar album Joy di pasaran. Namun penawaran tersebut ditolak BMG, perusahaan itu menawarkan untuk bersaing secara sehat saja di pasaran.

Namun bukan itu yang didapat Octopus, menurut Yockie BMG kemudian menghubungi beberapa distributor untuk menahan peredaran album Joy tersebut. Mendengar kabar tersebut, Yockie kesal, ia juga dengan tegas menyatakan punya saksi distributor yang dihubungi BMG.

"Mungkin mereka takut album kami meledak duluan. Album di BMG isinya banyak lagu lama, sedangkan di album kami isinya lagu baru semua," tandas Yockie.

Sementara itu, pihak BMG yang diwakili oleh Sianne kepada detikcom, Jumat (29/10/2004) menyatakan tak pernah melakukan tindakan itu. "Kayanya nggak gitu. Kita nggak pernah ngelakuin itu. Memang dia pernah menawarkan, tapi kan kita nggak harus beli. Sekarang buktinya album tersebut masih beredar di pasaran," ujar Sianne gusar. (fta/)

Baca juga :

The HOTtest mailinglist in town. Entertainment, lifestyle, and Love Sex Life article. You named it we got it! Join now, detikhot-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di iklan[at]detikhot.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).